Museum Uang Purbalingga

Museum Uang Purbalingga  terletak di Jalan Kutasari Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah Museum yang terletak di kompleks Taman Reptil di Kecamatan Kutasari. Sebuah museum yang memiliki koleksi mata uang yang berasal dari 184 negara di dunia. Koleksi uang kuno dari dalam negeri juga tidak kalah menakjubkan. Museum Uang Purbalingga mempunyai uang yang beredar pada jaman Kerajaan Majapahit, pemerintahan Hindia Belanda, masa penjajahan Jepang, hingga uang masa kini. Selain itu dipamerkan pula koleksi perangko dari dalam dan luar negeri.

Koleksi uang yang dimiliki oleh Museum ini merupakan sumbangan secara sukarela dari para pemilik uang kuno yang berasal dari Purbalingga, daerah lain, dan bahkan ada yang dari luar negeri.

Museum Uang Purbalingga dibangun dengan tujuan untuk mengumpulkan, menyimpan, dan merawat benda dan dokumen bersejarah dalam bidang perbankan, berupa mata uang dan alat-alat pembayaran lainnya yang pernah beredar di Indonesia dan negara-negara di dunia. Sehingga mempunyai nilai penting bagi para pengunjung museum. Museum Uang Purbalingga ini dibuka pada tanggal 18 Desember 2008. Uang yang dipamerkan di museum tersebut cukup terawat dengan baik.

Ide pendirian dan koleksi Museum Uang Purbalingga merupakan sumbangan dari keluarga Triyono Budi Sasongko yang juga Bupati Purbalingga dua periode 2000 – 2005 dan 2005 – 2010. Ide pembangunan museum tersebut mendapat dukungan penuh dari Bank Indonesia. Keberadaan museum Uang Purbalingga diharapkan dapat seiring dan sejalan dalam mendorong perkembangan sektor pariwisata di Purbalingga. Selain sebagai wahana pendidikan bagi masyarakat di samping merupakan wahana rekreasi.
museum uang
Koleksi Museum Uang Purbalingga
Beberapa koleksi uang yang ada di museum misalnya, uang logam yang dulu digunakan pada jaman VOC masih dalam keadaan terawat. Koleksi uang dipajang berdasarkan urutan waktu. Hal ini memudahkan pengunjung yang ingin mempelajari mata uang dari masa ke masa. Pihak menejemen juga menyediakan pemandu untuk menjelaskan cerita di balik koleksi tiap mata uang ini. Pengelola melakukan pengelompokan jenis uang menggunakan bagian yang disebut dengan Panel.

Pada panel pertama, anda dapat menyaksikan “Uang Kerajaan” yang dulu beredar pada sekitar tahun 1215 – 1899. Uang tersebut merupakan koleksi tertua di museum ini yaitu uang abad ke IX, era Kerajaan Majapahit masih berdiri. Uang ini berupa uang logam. Uang yang dipamerkan dalam Panel pertama ini berupa Gobog Majapahit, uang Piti Sumatra, uang Gobog Cina, uang Perkebunan Sungai Sabrangan, uang dari masa Kerajaan Majapahit,  35 koleksi lain pada periode tahun tersebut.

Pada Panel kedua, anda akan dapat melihat De Javashe Bank atau uang kertas. Uang ini berlaku dan beredar pada sekitar tahun 1815 – 1940. Uang yang beredar pada tahun 1815 adalah seri JP Coen II, MuntBiljet, seri wayang, dan masih ada 19 koleksi uang lainnya. Pada Panel kedua ini  juga terdapat Perdagangan Internasional B berupa uang logam bertuliskan VOC. Uang ini berjumlah 120 buah dan berlaku pada tahun 1748 – 1790.

Pada Panel ketiga yang dipamerkan adalah koleksi uang pada masa penjajahan Jepang. Panel ketiga ini dinamakan Panel Pendudukan Jepang A, uang yang berlaku pada tahun 1942 – 1945. Jenis uang yang dipamerkan terdiri dari seri Dai Nippon Teikoku Seihu dan De Japanese Regeenring yang berjumlah 22 buah. Di Panel ketiga juga dipamerkan uang koleksi pada jaman VOC yang dinamakan dengan Masa VOC Logam B. Uang yang dikoleksi adalah Nedherland Indie dan Indie Batav dengan tulisan VOC. Uang ini beredar pada tahun 1818 – 1912 dengan jumlah koleksi 116 buah.

Pada Panel keempat yang dipamerkan adalah uang yang beredar pada masa penjajahan Hindia – Belanda (A), uang dengan seri NICA serta Federal I.  Sedangkan pada Panel keempat pada masa VOC Logam (B), uang itu berlaku pada tahun 1818 – 1845 dengan seri Nedherland Indie dan Indie Batav dengan jumlah 120 buah bergambarkan padi – nominal dan mahkota raja bertuliskan VOC.
Dan ketika anda berkeliling di Panel terakhir, yaitu Panel kelima anda akan menyaksikan koleksi uang pada masa Pemerintahan Belanda (A) yang berlaku pada tahun 1945 – 1949. Uang tersebut memiliki seri Federal II dan Federal III berjumlah 27 buah. Sedangkan pada Panel 5 Pemerintahan Belanda Logam (B) yang berlaku pada tahun 1900 – 1946, anda dapat menyaksikan koleksi museum berupa seri Nedherland Indie dengan jumlah 150 buah. Selain itu ada juga koleksi uang Ferdin VII dan Wilhelmina, uang RIS, uang ORI, serta koleksi uang RI mulai dari tahun 1950 hingga uang baru.

Koleksi lainnya antara lain, perangko Indonesia sejak tahun 1951 hingga sekarang, perangko-perangko dunia, bendera negara-negara dunia, alat perkantoran kuno (mesin ketik, mesin hitung, brankas dll), alat komunikasi tempo doeloe (telepon kuno), miniatur perahu layar jaman Majapahit, dan perahu Pinisi Nusantara.

Untuk koleksi mata uang negara-negara di dunia, Museum Uang Purbalingga merupakan yang terlengkap saat ini. Sehingga Museum Rekor Indonesia (MURI) pimpinan Jaya Suprana memberikan sertifikat MURI untuk Museum Uang Purbalingga. Pengunjung khususnya para pelajar dapat pula menambah khasanah ilmu pengetahuan dengan hal-hal unik dan menarik yang terpasang dengan rapi di dinding Museum. Berbagai filosofi sebuah kehidupan yang kita alami saat sekarang ini, terpampang pada dinding-dinding ruangan museum

Akses Menuju Museum Uang
Akses menuju lokasi cukup baik, banyak disediakan transportasi umum di Terminal Purbalingga menuju lokasi seperti bis, ojek, atau angkutan umum. Museum uang berjarak 10 menit dari obyek wisata Owabong dan Desa Wisata Karangbanjar atau kurang lebih sekitar 30 menit dari pusat kota Purbalingga.

Tiket masuk seharga Rp 10.000/orang untuk hari senin – jumat dan Rp 15.000/orang untuk weekend atau hari libur nasional. Sedangkan untuk parkir kendaraan untuk motor Rp 1.000, untuk mobil Rp 4.000, dan Rp 10.000 untuk bus besar

Alamat : Jl. Raya Kutasari, Purbalingga
Telepon: 0281 7664758
Advertisement

Baca juga:

Blogger
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar

Silahkan berikan komentar Anda !